![]() |
| Tidak mungkin bisa diulangi |
-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
Jangan sia-siakan "Angka"
GMB itu kesannya Wow
Nyanyian Galau? Apa Dampaknya
Iya sih, memang banyak muda-mudi di abad 21 ini yang memilih bernyanyi atau mendengar nyanyian (musik) sebagai alternatif untuk meredam masalah. Misalnya ni, ketika mereka sedang berhadapan dengan masalah hidup yang begitu membuat mereka down; katakanlah itu seperti harapan yang tidak kesampaian, hajat asmara yang pupus, kandas di tengah jalan, dan stres akibat memikul beban yang berlebihan atau saat-saat galau dan silau; dikala hati sedang gerimis lebat tanpa ada satupun payung dan jas hujan yang memayungi hatimu.
Lalu sebagai alternatif untuk meredam itu semua sebagai media menghibur mereka memilih untuk bernyanyi atau mendengarkan orang bernyanyi (menikmati musik). Tapi jangan salah, jangan sampai salah memilih nyanyian, bisa-bisa keadaanya jadi tambah lebih buruk. Kata kawanku, "Seseorang yang lagi senang, saat dia mendengar nyanyian yang dia nikmati adalah musiknya, tapi beda halnya dengan yang lagi galau, yang dinikmati adalah liriknya, parahkan."
Jangan seperti aku, aku juga hampir sama dengan muda-mudi sekarang, ya walaupun aku bukan lagi seorang pemuda. Setiap kali aku menghibur diri aku sering memilih yanyian sebagai media alternatifnya. Kadang-kadang saat bermalam mingguan sendirian, diatas motor aku malah pernah sempat menghabiskan beberapa album lagu galau, terhitung dari pertama motor hidup sampai tu motor kembali ke rumah. Tapi aku keliru karena sering memilih nyanyian galau sebagai alternatifnya, jadinya bukan tambah bagus suasana hatiku, malah porak-poranda, hahai.
Jadi, lumayan berbahaya kalau sempat ketemu antara muda-mudi galau dengan musik yang sama galaunya, bisa-bisa tambah buruk suasana hatinya karena mendapat support/dukungan yang besar untuk menjadi lebih galau lagi. lagu-lagu semacam, "Lumpuhkanlah ingatanku, hapus semua tentang dia..." jangan coba-coba. Ntar beneran lumpuh ingatan yang kamu miliki. Sandiwara cinta juga jangan, parah jadi tambah memar-memar hati yang kamu punya.
So, solusinya adalah pilihlah musik yang berlawanan dengan suasana hatimu, kalau lagi galau jangan pula lagu yang galau yang dikunyah, tambah burem masa depan danmasa sekarang, tapi lawan suasana hati dengan qasidahan atau music rock and roll.
Rela Privat Nari Demi Seleksi GMB
Nyonya Menir
Namanya juga orang sudah nenek ya gak menir? Pasti umurnya sudah diatas angka lima puluhan, jalannya sudah membungkuk, dan kedua kakinya harus ditemani sebatang tongkat. Berjalan hanya melihat tanah sepanjang perjalanan, hanaya satu pemandangan saja (hamparan tanah). Pemandangan akan berganti ke pemandangan yang baru, setelah menir jauh berjalan lalu berhenti diantara batas pasir dan dan ombak yang sedang bolak-balik menjilat-jilat batas pergelangan kaki menir yang sudah berhenti berjalan.
"Menir, menir, kamu sangat cantik dulu, kakek ku yang mengatakan itu kepadaku, dia sekaligus suamimu menir. Melihat rambutmu saja bisa membuat dia ling lung, melihat kau menengadah ia akan terpana karena diwaktu yang sama ia juga melihat lehermu yang begitu indah, putih bersih dari daki. Itu yang dikatakan suamimu ke aku semalam menir. Ia berbicara dalam tidurku."
Nyonya menir pagi ini tidak lagi sesempurna dan seanggun nyonya menir di pagi beberapa tahun silam, saat dia masih berusia 18 tahun dan menyandang gelar ABEGE, saat si menir masih berseragam putih abu-abu, menenteng tas kecil berisikan buku-buku dan alat tulis menuju sekolah kebanggannnya. Si menir yang masih tampil ayu, kece, cuek dan caem, bisa berjalan tegap, menoleh pelan, berwibawa. Menebar pesona ke segala penjuru dan ke siapa saja yang punya mata.
Namun pagi ini aku mendapati menir dalam keadaan yang lain. Sangat berbeda, derajatnya jauh berputar, bahkan mencapai angka 180 derajat, alias fisiknya berubah total jauh dari angka 18. Kulitnya tidak lagi kenceng tapi sudah kendor keriput (meu yek-yek), pinggulnya sudah tak lagi ramping malah rempong. Dan rambutnya mana mungkin lagi bisa lagi dikucir, toh sudah kayak bulu sapu ijuk, tegak tidak beraturan, keras (ceukang) jarang shampoan dan berbau aroma terapi tak sedap.
Dari semalam nyonya sudah berbisik ke saya, nak besok pagi, bagaimana kalau kita jalan-jalan mengitari tepi pantai ule lheu, aku (menir) ingin mengenang kembali saat aku dihempas gelombang tsunami di pagi minggu sekitar jam tujuh pagi lewat sedikit. Ku ingin mereflkeksi kembali bagaimana aku bisa terbang setinggi itu, melewati beberapa atap rumah nelayan dan diakhir penerbngan aku diistirahatkan diatas pokok kayu bercabang persis sepertii cabang ketepel." oh boleh menir, siapa takut, lagian besokkan orang-orang pada kesitu juga buat lihat-lihat keramaian dan laut yang diam.
Mendengar tawarannya mendapat persetujuan nyonya menir girang, sejenak menir bernyanyi...
It's About Yaumil "Terbawa Arus Yaumil"
![]() |
| Terbawa arus yaumil |
Jogjhaaa
Penggalan lirik lagu milik Dewa 19 yang berjudul 'Kosong', diatas, sangat sesuai untuk menggambarkan suasana hatiku malam ini. Selamat malam para GMBers di seluruh Indonesia, kalian pada ngapain sih, kok belum pada tidur jam segini? Atau kalian emang gak bisa tidur karena kepikiran terus sama si cibubur itu, hayoooo ngaku (kalau bohong ntar dikasih tiket loh sama pak imam di kemenpora buat keliling-keliling Asean).













