Menulis Karena Gelisah Terhadap Sesuatu..

Aceh dan Baiturrahman

Siang ini semua siswa-siswi jurusan Televisi di Muharram Journalism College (MJC) diharuskan pergi ke halaman Masjid Raya Baiturrahman. Di sana seorang kameramen ternama di kota Banda Aceh sudah menunggu dengan materi pengambilan gambar, yang pastinya akan asik. Mengapa area masjid Raya Baiturrahman menjadi lokasi pilihan untuk materi ini? Pertimbangan kami dan sang pengasuh sebelumnya, Baiturrahman sempurna untuk materi pengambilan gambar, halaman Baiturrahman mampu membuat kami kaya akan angel pengambilan gambar.

Seisi kelas, jauh-jauh hari sudah sangat mengidam-ngidamkan materi ini. Kurang sempurna rasanya jika ilmu praktis tapi yang diajarkan hanya materi teori saja, dan ini kesempurnaan yang dimiliki oleh MJC; pihak sekolah mampu mem-balance atau menyeimbangkan antara teori dan praktek. Mampu menghadirkan ke dua-duanya bagi semua peserta didik setiap tahun ajarannya. Dalam ilmu praktis, teori dan praktek merupakan mata rantai atau dua sisi mata mata uang yang tak boleh dipisahkan.  Di pertemuan sebelumnya kami sudah diajarkan materi (teori) pengambilan gambar: In Door dan Out Door oleh abang kameraman yang hebat itu.

Setelah semua kami berkumbul di kaki menara utama masjid. Sambil menikmati belaian angin siang yang meniupi wajah-wajah dan sekujur tubuh. Di atas barisan anak tangga, sejenak kami mendengar kembali review materi, mengenai  apa saja yang harus diperhatikan seorang kameramen sebelum mengambil gambar secara out door, dan juga termasuk bagaimana mensetting kamera supaya pengaturan cahaya, iris sesuai dengan keadaan. Ya sekitar dua puluh menitan lah kami mendengar arahan dari si abang, namanya Rizki Aulia. Ringkasnya, bang Rizki penekanannya lebih kepada mengulang-ngulang kembali materi teknik pengambilan gambar, sebelum kami disuruh satu-persatu membidik setiap lekuk yang ada di dalam area halaman masjid.

Seperti kebanyakan perlengkapan orang mengambil gambar, properti seperti tripot, mic dan batre cadangan semuanya sudah kami sediakan, siap-siap dikeluarkan dari sarangnya. Sepuluh menit setelah pengarahan usai proses pengambilan gambar sudah berlangsung. Satu persatu dari kami mendapat giliran membidik Baiturraham dan sekelilingnya. Sesuai dengan absen, ya begitulah aturannya kalau kita nurut sama Abjad dan aturan sekolah. Dikarenakan abjad M boleh dikatakan jaraknya lumayan jauh dengan abjad A, jadi saya harus menunggu dulu inisial huruf A-L berjalan. Baru setelahnya M kan? Artinya saya bisa santai-santai, sembari melihat teman yang sedang unjuk gigi, sambil bertanya ini itu juga sih, hehe.

Akhirnya...

Nah, ketika giliran saya tiba, barulah inspirasi tulisan tentang cerita Baiturrahman ini dimulai. Kini giliran saya yang memegang kamera. Masukan dari bang Rizki; Kami boleh mengambil gambar dengan berbagai Angel yang ada (sudut pengambilan gambar) dan semua spot yang ada di dalam area masjid Raya Baiturrahman, baik itu wujud dari Baiturrahman sendiri; yang padanya melekat menara-menara mungil, juga silakan kalian menge shoot menara utama dan keindahan taman dan halaman masjid yang dilengkapi kolam di tengahnya.

Baiturrahman

Ketika mata yang satunya telah saya picingkan dan menempel pada view fender kamera, dari balik lensa (view) itulah Baiturrahman tampak dengan begitu aduhai. Teknik-teknik pengambilan gambar seperti ‘tilt up, tilt down, pan right dan pan left semuanya saya peruntukkan untuk membidik Baiturrahman dan sekelilingnya. Lewat bidikan kamera, terlihatlah disana wallet-walet yang sedang mengudara mengelilingi bangunan masjid, terbang berpindah-pindah dari satu menara ke menara yang lainnya, lalu berlompat-lompat kecil di plataran menara. Sebahagian yang lain ada juga yang siap siaga menjaga setiap lekuk Baiturrahman. Entah apa yang dijaga oleh para wallet itu, saya tak tahu.

Tak puas menatap keindahan Baiturrahman hanya dari balik lensa kamera, sekejap sambil rehat mata, meninggalkan kamera. Saya kembali memerhatikan Baiturrahman secara langsung, tanpa peralatan apa pun. "Baiturrahman, memang rupamu bukan buatan! Dari jauh kau terlihat kece, dari dekat apalagi.." Baiturrahman, nama sebuah Masjid Agung yang juga menjadi icon tanah Rencong, Aceh.   

Bagi para pelancong yang sudah pernah singgah ke Baiturrahman pasti akan merasakan kesan yang amat mendalam atas persinggahan mereka. Dan sekarang ketika pelancong-pelancong ini kembali ke tempatnya, berada jauh dengan Baiturrahman rasa rindu itu kembali membuncah, rasa-rasanya ingin mengulang kembali masa yang sudah-sudah. Lantas apa yang bisa mereka lakukan untuk melepas rasa tersebut? Ya salah satunya dengan cara melihat Baiturrahman dalam pejaman dari kejauhan.

Dengan memejam mata, Baiturrahman akan tampak lebih jelas dalam penglihatan saat sedang berada dikejauhan. Baiturrahman. Ia bukanlah nama orang, nama kota, nama salah seorang raja yang pernah memimpin kerajaan Aceh tempo dulu, bukan pula nama salah satu surat dalam kitab suci Al-Quran. Lantas Baiturrahman itu nama apa? Ia adalah nama sebuah masjid yang memiliki fisik sempurna dan namanya sudah terdengar ke seluruh penjuru benua Asia, atau bahkan seluruh dunia. Masjid yang tidak bisa lepas dari masa lalu kerajaan Aceh ini berada dipusat kota Banda Aceh, dibangun ditempat dan dibawah langit yang strategis.

Kebanyakan orang-orang muslim diluar Aceh yang ingin melancong ke tanah rencong, sejak pertamakali mereka meniatkan untuk berpergian ke bumi Aceh, pertanyaan yang lebih dulu terbesit di tiap-tiap mereka adalah, “Baiturrahman itu ada dimana, tepatnya dimana dan bagaimana kami bisa kesana?” Saya selaku putra Aceh tulen tidak heran ketika berhadapan dengan pemandangan-pemandangan baru yang bermunculan diseputran komplek Masjid Raya Baiturrahman. Sekarang ini Baiturrahman bukan saja sebagai rumah ibadah dan pusat berbagai corak aktivitas keagamaan, tapi juga sebagai tempat “berwisata” (wisata religius/islami). Kemegahan dan keotentikan yang melekat ditubuh Baiturrahman mampu menggaet banyak pengunjung untuk bersitatap langsung dengannya dalam durasi waktu tertentu.
Sumber photo: Aceh tribun


Ary Ginanjar Agustian, ketika menjadi pembicara dimalam ulang tahun kota Banda Aceh yang ke-808, dihadapan ratusan penduduk kota Banda Aceh yang memadati halaman kantor walikota kala itu, Beliau mengatakan, “Bagi saya inilah masjid (Baiturrahman) yang terindah dan teragung diseluruh Indonesia. Saya banyak ceramah di masjid, tetapi ketika kaki saya naik ke mimbar Masya Allah ini bukan sekedar masjid biasa, tapi masjid yang sangat agung sekali, karena ruh pahlawan hidup didalam jiwa Baiturrahman. Ruh atau semangat juang Cut Nyak Dhien, Malahayati, Teuku Umar dan masih banyak lagi, seolah-olah tetap hidup di Masjid Baiturrahman.” Begitulah pandangan orang luar Aceh kepada Baiturrahman.


Gumam seseorang yang sedang berada jauh dengan Baiturrahman. “Duh, ingin  rasanya saya melihat fisik sempurna Baiturrahman secara dekat, mendengarkan suara para muazin pilihan yang mengumandangkan azannya, serta menjadi pendengar setia para qori yang melantuntkan ayat-ayat suci Al-Quran menjelang masuknya waktu-waktu shalat. Oh Rabb ku, betapa tenangnya jiwa ini ketika daku menjadi salah satu makmum yang diimami seorang imam besar yang bertitel ‘hafizul quran’ didalam masjid yang megah itu.” Subhanallah..!"




Ayo kita ke Baiturrahman..!

Saya seorang pemuda kampung yang kadang-kadang sedikit kampungan, yang sekarang ini sedang berada dekat sekali dengan Baiturrahman. Pemuda kampung ini punya sedikit cerita masa lalunya dengan Baiturrahman. Awal mula niat saya ingin melancong ke kota Banda Aceh, selain untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, juga yang menjadi fokus saya adalah untuk melihat rupa dan fisik Masjid Raya Baiturrahman secara dekat. Dulu sekali, saat saya masih berusia sekitar 10 tahunan, saya tahu nama Masjid Raya Baiturrahman itu dengan nama Masjid Raya saja, tidak ada tambahan kata Baiturrahmannya.

Karena disetiap kemunculan Baiturrahman di televisi saat tayangan azan magrib, yang orang tua saya katakan adalah, “Nyan kakalon hai nyak kiban Masjid Raya, pajan gata ek tajak keunan nak jeut takalon langsong/ Ini dia Masjid Raya wahai anakku, kapan kamu bisa kesana untuk melihatnya secara langsung." Setiap menjelang azan magrib, stasiun TVRI selalu menayangkan tayangan azan dengan tampilan Baiturrahman disana, mulai dari awal mula lafaz azan "Allahuakbar" dikumandangkan sampai azan berakhir dengan kalimat "La Ilahaillallah". Kalau tidak salah saya demikian.

Begitu juga di sekolah, kurikulum sekolah dasar dan lanjutan saat itu masih memasukkan mata pelajaran Bahasa dan Sejarah Aceh sebagai materi wajib. Lewat mata pelajaran tersebut sedikit demi sedikit saya mulai mengetahui soal Sejarah dan  Perang Aceh. Dari sekian banyak materi ajar matapelajaran tentang keAcehan, juga terselip disana materi masjid dan soal bagunan bersejarah, termasuk didalamnya Masjid Raya Baiturrahman.


Kenapa ini ada, karena Baiturrahman sendiri merupakan buahkarya dari Kesultanan Aceh. Dari sana saya tahu, kalau Masjid Raya pernah dibakar dan dibangun kembali saat gejolak perang antara Pejuang Aceh dan Penjajah Kafee-kafee (red-kafir) Belanda masih berkecamuk. Sudah berapa kali masjid ini terjadi perluasan dan penambahan kubah, juga saya tahu dari informasi-informasi silam yang saya dapatkan dibangku sekolah. Itu masa lalu saya dengan Masjid Raya. Siang ini, terhitung sudah hampir lima tahun saya hidup di tengah-tengah kemegahan Masjid Raya Baiturrahman, yang dulu saya sendiri tidak tahu nama lengkapnya. 
 

Penulis: Munawar
Adalah siswa Jurusan Televisi Di Muharram Journalism College (MJC)


Share:

67 komentar:

  1. Boleh dong dari kampung tapi pemikiran kita global. Hehe...
    Good job!
    :)

    BalasHapus
  2. baru tau kalau ternyata mesjid raya pernah dibakar.. hmmm nambah pengetahuan nih,, keren bg.. btw, skrg udh tau kan nama mesjid rayanya,, jangan bikin malu lagi ya,, hehe

    BalasHapus
  3. Inspirasi baru nih :)...Jadi ingt kata Pak Anies Baswedan "Rumah boleh di pelosok, tapi mimpi kita diatas awan"...Makasih ya pengetahuannya :)

    BalasHapus
  4. Waaah jadi pengen berkunjung ke sana :)

    BalasHapus
  5. Iya bang memang keren baiturrahman :D

    BalasHapus
  6. Mas Munawar aku pengiinnn banget ke masjid ini,mau lihat museum yg pasca tsunami juga :)

    BalasHapus
  7. Mesjid Baiturrahman sebenarnya mainstream banget. Tapi pengambilan angle di tulisan ini memberi warna lain. Selamat :)

    BalasHapus
  8. semoga Masjid Raya Baiturrahman tetap menjadi ikon utama Banda Aceh disamping ikon2 lainnya kayak kopi di postingan yg ini.. : http://splashurl.com/l5mdxhk .. mampir2 yaah semuanya :D

    BalasHapus
  9. Benar-benar megah masjid ini. saya pernah sekali ke Aceh namun belum mengunjungi masjid ini. Berharap suatu hari ada kesempatan kesana lagi. Makasih bang atas tulisannya, jadi pengen segera balik ke Aceh lagi :)

    BalasHapus
  10. benar.. jika memejamkan mata, maka mesjid baiturrahman akan jelas terlihat. apalagi ketika Sujud didalamnya..
    Saya rindu...

    BalasHapus
  11. Setuju dh klo baiturrahman sangat keren dan memukau

    BalasHapus
  12. mesjid raya baiturrahman memang terkenal sebagai salah satu mesjid bersejarah dan terindah di Indonesia

    BalasHapus
  13. Jadi pengin photo di sini lagi. Whuaaaaaaaaaaa.

    BalasHapus
  14. Baiturrahman jadi salah satu destinasi pembelajaran sejarah kota aceh (y)

    BalasHapus
  15. Iya, baiturrahman emang keren bangeettt B)

    BalasHapus
  16. Dari Cerita ini saya sudah bsa membayangkan bagaimana mempesonanya masjid Baiturrahman..Semoga kelak bisa berkunjung dan beribadah dimasjid ini...terima kasih Saudara munawar atas ceritanya ^_^

    BalasHapus
  17. tau gk bro pas qu shalat disana tu rasanya seperti duduk di suatu tempat yang sejuk dan buat pikiran tenang....

    i love aceh fully

    BalasHapus
  18. Baiturrahman ini, tempat kami bermuhasabah diri. Well done, brotha. :')

    BalasHapus
  19. Jadi teringat, dulu waktu kecil aku pernah KESASAR di mesjid Baiturrahman ini.. trs lagi aku suka ngitung2 kubahnya, yg konon makin lama makin bertambah.. :D
    Tulisan yg bagus munawar.. :)

    BalasHapus
  20. ngak sah ke mesjid raya kalau ngak foto hehe

    BalasHapus
  21. jadi teringat. dulu waktu masih kecil
    pertama kali ke Banda Aceh dan tempat yg pertama kali dikunjungi adalah Masjid ini..luar biasa sensasinyaa

    BalasHapus
  22. masjid yang terindah se asia tengara

    BalasHapus
  23. Saya punya kenalan di malaysia, beliau penyair. Setiap kali mendarat di aceh, ia hanya ingin menyempatkan waktunya untuk sembahyang di mesjid Baiturrahman ini. Dan setelah kembali ke malaysia, betapa kagumnya ia kepada aceh, dan selalu menciptakan puisi2 untuk aceh. Negeri ini senantiasa dikagumi orang luar, lantas kenapa kita tidak mampu mengagumi negeri kita sendiri. Semoga aceh menjadi bangsa yang selalu dikagumi dunia ya..
    Trims

    BalasHapus
  24. Saya punya kenalan di malaysia, beliau penyair. Setiap kali mendarat di aceh, ia hanya ingin menyempatkan waktunya untuk sembahyang di mesjid Baiturrahman ini. Dan setelah kembali ke malaysia, betapa kagumnya ia kepada aceh, dan selalu menciptakan puisi2 untuk aceh. Negeri ini senantiasa dikagumi orang luar, lantas kenapa kita tidak mampu mengagumi negeri kita sendiri. Semoga aceh menjadi bangsa yang selalu dikagumi dunia ya..
    Trims

    BalasHapus
  25. Salam...
    hati saya tersenyum membaca tulisan ini, Bagi saya, anda adalah salah satu insan Aceh yang ikut mensosialisasikan bahwa Aceh memiliki bangunan megah bernama Baiturrahman, bangunan yang sarat nilai, mulai dari keagungan spiritualitas hingga simbul perjuangan.
    Menurut saya, nilai lebih dari tulisan ini adalah anda menampilkan nilai historisitas Baiturrahman, sehingga semakin mensupport ide utama anda yang berbicara mengenai "Baiturrahman Keren". tapi, anda hanya menyinggung sedikit dan terlalu umum, sebenarnya ribuan nilai historis yang bisa didapat dari bangunan megah itu. bahkan -menurut saya- akan lebih menarik ketika Baiturrahman dilukis sebagai bagian dari perjuangan rakyat Aceh melawan kezaliman Jakarta tahun 1999 (Referendum). :)
    Anyway,,, saya tunggu tulisan anda selanjutnya!

    BalasHapus
  26. Waaah, Bang Munawar zelin jadi pengen ke sana. Keren banget :)

    BalasHapus
  27. Baiturrahman selalu menyimpan kesyahduan. Di tengah aktifitas padat, tugas merayap, mesjid inilah tmpt kami menenangkan diri...

    BalasHapus
  28. Ke Banda Aceh, kalau belu sampai di Baiturrahman terasa belum sampai di Banda Aceh. begitu sakral dan nyamannya tempat mulia ini..
    selain menjadi tempat ibadah, juga mempunyai sejarah besar yang tidak boleh dilupakan..:)

    BalasHapus
  29. waaah, karena hari ini libur hari buruh, jalanan di banda aceh agak sedikit sepi. so pagi ini saya jogging mengelilingi jalan protokol yang ada diseputran komplek Baiturrahman, sambil melihat keindahan Baiturrahman yang tidak cukup tinta untuk ditulis.

    BalasHapus
  30. keren banget tulisannya bang... bener nih, Masjid Raya Baiturahman itu salah satu monumen dan simbol kebanggaan kota Banda ACeh :)

    BalasHapus
  31. Ayoooo...! kita ke Baiturrahman..! and jangan lupa bawa kamera bagusnya. banyak loh spot-spot keren disana, sayang kalau tidak dijadikan sebagai objek bidikan lensa kamera.

    BalasHapus
  32. Kata si empunya cerita, mesjid Raya Baiturrahman yang sekarang itu dulunya mushalla istana, mesjid asli bukan itu, tapi Belanda mengatakan itu karena di sana matinya si Kohler.

    BalasHapus
  33. kita harus menemui si empunyaitu :D guna menanyakan kejelasan history.

    BalasHapus
  34. Semoga teman GMBers di Aceh, bisa berkontribusi sesuatu untuk Baiturahman yang indah ini seperti Munawar yang mau menulis dan berbagi di blog ini

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Mantap Munawar sabarani..

    Kadang, Mesjid raya juga menjadi "penyelamat" disaat air di kosan macet berhari2. :D

    BalasHapus
  37. jika mndngr nma BAITURRAHMAN, teringt pda stu prdebatan antra anggt2 pramuka dri luar daerh aceh dg kkx pnitia yg brsal dr aceh d event PWNas 2010 Aceh,
    "kami ini mngkn tdk sah jka ke aceh blum prgi ke msjid Baiturrahman, ijnkn kmi untk snggah d baiturrahman walupn cma bbrapa menit saja, stdk@ kmi dpat mlksnkn shlt sunnh d baiturrahman dan itu mnjdi knang-kngan trndah untx kmi di Aceh" kata anggta prmka dr luar daerh Aceh kpd panitia.
    Subhanallah..... Baiturrahman..... is the best (y)

    BalasHapus
  38. Belum sah seorang ke Banda Aceh, sebelum berfto wajib di depan Mesjid Baiturrahman.

    ^_^

    #Nice

    BalasHapus
  39. hmmm jadi kepengn ke aceh untuk menikmati indahnya pesona Baiturrahman,,,,

    Good posting :)
    (y)

    BalasHapus
  40. banda aceh panas, tp baitturrahman selalu adem :)

    BalasHapus
  41. Sering2 sholat di mesjid raya biar tambah relegious :), good writing

    BalasHapus
  42. Iya War keren betul, ga bohong. Apalagi kalau mau bersusah payah, bangun jelang subuh, datang dan temukan pemandangan indah dari Baiturrahman.

    tak habisnya tulisan tentang mesjid indah ini, pernah juga menulisnya di :
    http://catatantrainernasibungkus.blogspot.com/2013/11/pesona-unik-ujung-barat-negeri-ep-1.html

    sukses buat Munawar ya.

    Sila mampir juga disini :
    http://catatantrainernasibungkus.blogspot.com/2013/07/dari-kandang-babi-hingga-gudang-preman.html

    *maaf, sekalian promosi -_-v

    BalasHapus
  43. Nice post bg (y) (y) (y).
    Mesjid Raya Baiturrahman (MRB) emang keren dan berkesan.
    ke Banda Aceh itu kalo gk ke MRB rasanya blum nympe B.Aceh.. hehe
    prtama kali brknjung klo gk slh thun 2004 wktu msih kelas 3 SMP, ikutan lomba & kalah. haha
    ingat bgt dulu aku prnah jalan kaki dari SMAN3 ke MRB via Pocut Baren-Peunayong, dan yang jadi kompasnya itu menara MRB yg tinggi dan kdang nampk, kdang gak,., hehe
    kalo inget jd geli sndiri. :) kalo turis bule jalan kaki mngkin sejauh apapun masih keren (traveler), tp kalo org lokal jalan kaki dan jauh bisa2 disangka 'Alue bersaudara' (stress).. haha (numpang curhat) :P

    NB: pecinta wisata religi wajib datang ke Mesjid ini. (Y)

    yg mau tau wisata religi kota Medan bisa cek disini--->
    http://kukuh-pamuji.blogspot.com/2014/04/asiknya-wisata-sejarah-dan-religi-kota.html (promo dikit, haha)

    insyAllah wisata religi Kota Banda Aceh segera ku oret2 jg.. Aamiin. ;)

    BalasHapus
  44. Merindinggg bangettt membaca komentar Ary Ginanjar.. tapi seperti itulah adanya Mesjid megah yang kita ketahui bernama Baiturahman

    BalasHapus
  45. Dhuha adalah waktu yg paling sejuk dan menenangkan di MRB :)

    BalasHapus
  46. baiturrahman memang banyak, akan tetapi baiturrahman yang berada di jantung kerajaan Aceh ini berbeda. dipenuhi oleh kisah-kisah perjuangan rakyat Aceh ketika melawan Belanda. bahkan Belanda sendiri tidak bisa melupakan kisah pahit ketika Jendralnya tewas disana.

    BalasHapus
  47. di Baiturrahman sempat ada sarang burung wallet. Sekarang entah masih ada. Baiturrahman bak magnet yang mampu menarik banyak pengunjung untuk meramaikan keberadaan dirinya.

    BalasHapus
  48. Dari kampung ke Banda Aceh, kalau tidak datang ke Mesjid Raya "berarti golom jak U Manda" heheh

    BalasHapus
  49. Setiap kali menjelang tibanya waktu shalat di Banda Aceh, tepatnya di lingkungan Masjid Raya Baiturrahman, warga kota akan disuguhi lantunan ayat=ayat suci Al-Quran ke gendang telinganya. Suara-suara lantunan ayat suci Al-Quran yang terpancar dari pucuk menara dan corong-corong pengeras suara tersebut adalah suara asli dari seorang qori yang sedang mengaji langsung di dalam masjid, bukan dari rekaman pita kaset. Mendekati masuknya waktu-waktu shalat suara qori terdengar ke seantero kota Banda Aceh, baik secara langsung maupun lewat siaran radio yang tersambung kesana.
    Oh Baiturrahman..!

    BalasHapus
  50. duhh baca ini jadi tambah pengen ke aceh deh.. :)

    BalasHapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  52. wah tentang masid Baiturrahman. Aku udah tau Aceh dan Masjid Baiturrahman dari SD. Bahkan tau tulisan di majalah anak-anak ngenalin Aceh lewat Baiturrahman. Nice,bang :)

    BalasHapus
  53. Ya sebuah tulisan yang membanggakan khususnya bagi anak Aceh seakan masjid itu menjadi kiblat seluruh muslim, knapa tidak. Masjid penuh kenangan itu peninggalan sejarah masa belanda dan menjadi keajaiban dunia. Setiap individu sahnya "atau betul2 anak Aceh" ketika sudah berada dalam potret dan dibingkai dirumah, begitulah kira-kira. 6000 telur bisa menjadi suatu keajaiban dan itu mustahil, namun itu bisa jadi kenyataan. Kalau dalam bahasa Aceh nama "jeut hana tapi harus na" mustahil bukan?
    Karena kuasa Allah memang menakjubkan "sesuatu yang telah dijamin oleh Allah maka semua akan menjadi kenyataan". Good job (polem) local wisdom tetap dijaga. Hehe

    BalasHapus
  54. Ya sebuah tulisan yang membanggakan khususnya bagi anak Aceh seakan masjid itu menjadi kiblat seluruh muslim, knapa tidak. Masjid penuh kenangan itu peninggalan sejarah masa belanda dan menjadi keajaiban dunia. Setiap individu sahnya "atau betul2 anak Aceh" ketika sudah berada dalam potret dan dibingkai dirumah, begitulah kira-kira. 6000 telur bisa menjadi suatu keajaiban dan itu mustahil, namun itu bisa jadi kenyataan. Kalau dalam bahasa Aceh nama "jeut hana tapi harus na" mustahil bukan?
    Karena kuasa Allah memang menakjubkan "sesuatu yang telah dijamin oleh Allah maka semua akan menjadi kenyataan". Good job (polem) local wisdom tetap dijaga. Hehe

    BalasHapus
  55. Wahhh tulisan Mas Munawar memang kerennnn.... Dari tulisan ini kita mendapat wacana dan informasi dr yg belum kita ketahui sebelumnya terutama terkait Masjid Baiturrahman. Disini penulis sangat jelas memberikan deskripsinya... Keep writing Mas Munawar!

    BalasHapus
  56. saya suka sisi lain paparan cerita dalam blog ini...luar biasaa..!!!
    Penulisnya melukis Baiturrahman dengan gigihan semangat dan imajinasi yang bagus...
    keren bgt Ente Munawar...
    Suksess yaa!

    BalasHapus
  57. Cara menceritakannya indah sekali...

    BalasHapus
  58. bang Martha, biasa ajalah mister... :)
    kami ini apaaa laaa..

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Pages